Jual biji asparagus harga 1 ons Rp. 5.000.000, 1/2 ons 2.500.000, 1/4 0ns 1.750.000 kalau anda berminat bisa hubungi alinudin hukubun,SP telp 082120098976, 081221077131 (wa)
Perusahaan saya akan mengembangkan budidaya asparagus dengan mengunakan teknologi ramah lingkungan
Sabtu, 05 November 2016
jual biji Asparagus
Jual biji asparagus harga 1 ons Rp. 5.000.000, 1/2 ons 2.500.000, 1/4 0ns 1.750.000 kalau anda berminat bisa hubungi alinudin hukubun,SP telp 082120098976, 081221077131 (wa)
Minggu, 29 Mei 2016
PAKET BUDIAYA ASPARAGUS
A. PAKET 1
Luas lahan 100 tbk biaya 25 juta Fasilitasnya
1. Bibit 500 pohon
2. Pupuk Bokashi 1 ton
3. Biaya Konsultasi budidaya
4. Tenaga kerja 2 orang
5. Biaya Perawatan sampai berhasil
6. pupuk Cair + Pestisda 10 liter
B. PAKET 2
Luas lahan 200 tbk biaya 50 juta Fasilitasnya
1. Bibit 1000 pohon
2. Pupuk Bokashi 2 ton
3. Biaya Konsultasi budidaya
4. Tenaga kerja 2 orang
5. Biaya Perawatan sampai berhasil
6. pupuk Cair + Pestisda 10 liter
C. PAKET 3
Luas lahan 300 tbk biaya 75 juta Fasilitasnya
1. Bibit 1500 pohon
2. Pupuk Bokashi 3 ton
3. Biaya Konsultasi budidaya
4. Tenaga kerja 3 orang
5. Biaya Perawatan sampai berhasil
6. pupuk Cair + Pestisda 10 liter
D. PAKET 4
Luas lahan 400 tbk biaya 100 juta Fasilitasnya
1. Bibit 1500 pohon
2. Pupuk Bokashi 4 ton
3. Biaya Konsultasi budidaya
4. Tenaga kerja 3 orang
5. Biaya Perawatan sampai berhasil
6. pupuk Cair + Pestisda 10 liter
E. PAKET 5
Luas lahan 1 ha biaya 500 juta Fasilitasnya
1. Bibit 500 pohon
2. Pupuk Bokashi 1 ton
3. Biaya Konsultasi budidaya
4. Tenaga kerja 5 orang
5. Biaya Perawatan sampai berhasil
6. pupuk Cair + Pestisda
Kalau Anda berminat bisa hubungi alinudin hukubun,sp
telp 082120098976, atau 081221077131
Jumat, 27 Mei 2016
Peluang Bisnis Cara Bercocok Tanam Asparagus
Cara Budidaya Asparagus - Asparagus merupakan
tanaman pangan yang biasanya dimanfaatkan dibagian rebung ataupun tunasnya.
Jenis dari Asparagus ini ada dua yang biasa dibudidaya, yakni asparagus hijau
dan asparagus putih. Untuk proses budidaya dari asparagus hijau lebih mudah jika
ditanam di dataran rendah dan daratan tinggi. Sedangkan asparagus putih hanya
dapat dibudidaya pada dataran tinggi saja dan juga perawatan dari asparagus
putih sangatlah sulit. Asparagus asalnya dari kawasan Mediterania sepanjanga
pantai Barat Eropa. Bisa terdapat di Indonesia karena dengan melalui negara
Taiwan. Asparagus mengandung sumber yang kaya akan asam folat, natrium dan
rendah kalori dimana tidak akan mengandung kolestrol. Ada juga multi-vitamin
yang terkandunga pada Asparagus seperti vitamin A, vitamin B6, vitamin C,
vitamin E serta vitamin K. Mineral pun terkandung didalam Asparagus ini seperti
seng, kalsium, magnesium, besi, kalium, tembaga, mangan, thiamin, niacin,
selenium serta riboflavin. Berikut ini cara budidaya Asparagus dengan baik dan
benar.
Cara Budidaya Asparagus
1. Proses Penyiapan Bibit Asparagus
Proses budidaya Asparagus ini dapat dilakukan dengan dua cara
yakni dengan metode biji atau generatif, dan bisa juga melalui stek dan kultur
jaringan atau vegetatif. umumnya petani lebih memilih dengan cara generatif
karena lebih simpel dan hasilnya berkualitas. Proses dari penyemaian biji bisa
dilakukan di tanah yang subur dan gembur dimana struktur tanahnya tidak berpasir
dan adanya drainase yang lancar. Lahan dibuat bedengan dengan ukuran 100 lebar x
20 cm tinggi dan panjang yang disesuaikan dengan mencangkul tanah dan diberi
pupuk kompos dan furadan anti hama serta diberi ukuran parit lebar 30 cm x
kedalaman 30 cm. Sebelum penyemaian, bibit diharuskan direndam pada air bersuhu
27 C seharian penuh. Ini untuk mendapatkan bibit yang berkualitas dimana jika
bibit mengambang menyatakan bahwa bibit jelek. Untuk penyemaian, biji ditanam
pada jarak 10x15 cm serta kedalaman 3 cm dan setiap lubang diisi sebutir biji
Asparagus. setelah selesai, tutup lubang dengan sekam padi atau jerami untuk
menjaga kelembaban. Setiap hari pada masa penyemaian, bibit harus dirawat dengan
menyiram kebutuhan air terhadap Asparagus. Untuk pemindahan bibit Asparagus ke
lahan penanaman disaat berusia 5-6 bulan. Cari bibit yang berkualitas dan
caranya dengan mencabut bibit dan dipotong dibagian akar dan tunasnya sampai
menyisakan akar dengan panjang 20 cm dan tunas berukuran 20 cm. Bibit ini harus
segera ditanam agar tidak mengalami kematian.
2. Proses Perawatan Tanaman Asparagus
Setelah dilakukan penanaman, lakukan proses pembubunan. Proses
yang dilakukan sebanyak 2 hingga 4 minggu sekali. Perawatan juga dilakukan
dengan memangkas saat setelah induk dari tanaman membentuk batang sampai
berjumlah 8-10 buah. Jika mendekati waktu panen, batang yang dipelihara hanya
3-5 batang saja.
3. Proses Pemanenan Tanaman Asparagus
Proses pemanenan biasanya dilakukan disaat umur Asparagus telah
mencapai 8-9 bulan. Dengan cara memotong rebung kemudian menimbun kembali
sekeliling tanaman dengan kompos ataupun tanah. Potong batang yang mudah
merupakan salah satu langkah yang tepat karena tidak akan merusak sistem akar
tanaman.Demikianlah ulasan mengenai cara budidaya Asparagus dengan
benar. Jika anda ingin mengetahui mengenai cara budidaya yang lainnya, silahkan
kunjungi blog cara budidaya. Semoga bermanfaat.
(sumber : http://deedzarinthebest.blogspot.co.id/2016/01/cara-bertani-asparagus.html)
Gurihnya Laba Budidaya Asparagus Organik
Gurihnya Laba Budidaya Asparagus Organik
JAKARTA, JITUNEWS.COM- Dari pengalaman bekerja di
Dinas Pertanian selama dua tahun, Afu Anis Fuad yang biasa dipanggil Afu
tertarik menjalankan usaha budidaya sayuran asparagus yang diberi nama
Farm Kuta. Ia melihat semakin besarnya minat masyarakat terhadap sayuran
tersebut, terutama permintaan di restoran-restoran yang belum diimbangi
dengan jumlah pelaku usaha. Afu kemudian dibantu Ato Wijaya dan 3 rekan
lainnya menjalankan usaha dengan modal awal sebesar Rp 40 juta. Modal
itu berasal dari Ato Wijaya selaku investor dan sebagian lagi merupakan
pinjaman bank.
Afu dan rekan-rekannya menggunakan lahan sewa milik penduduk di Desa
Kuta Cisarua-Puncak Bogor dengan tarif sewa Rp 5 juta per 3 bulan seluas
1,2 hektar. Biaya lainnya untuk mengolah lahan Rp 30 juta, pembelian
bibit asparagus Rp 4,5 juta/kg. Pupuk kandang sebanyak 18 ton atau 450
karung seharga Rp 10 ribu/karung dengan biaya Rp 4,5 juta dan 2 ton
kapur dolomite seharga Rp 5 juta. Sisanya digunakan untuk menggaji 7
orang karyawan sebesar Rp. 750 ribu/bulan serta untuk membeli peralatan
pertanian.
Diakui Afu, prospek Asparagus sangat menjanjikan apalagi asparagus
bisa dipanen tiap hari, masih sedikit pembudidayanya, mudah
pemasarannya, banyak permintaan sedangkan stok terbatas, dan yang paling
penting adalah harganya cukup tinggi. Asparagus telah lama dikenal sebagai salah satu jenis sayuran karena
cita rasanya yang gurih agak manis, mirip seperti udang rebus. Selain
lezat diolah menjadi beragam masakan, asparagus juga mempunyai kandungan
gizi yang sangat baik. Beragam mineral, kalsium, potassium, Vitamin A, D
juga E ada di dalamnya.
Rebung asparagus merupakan sumber terbaik asam folat nabati, sangat
rendah kalori, tidak mengandung lemak alias nonkolesterol dan sangat
sedikit kandungan natriumnya. Sayuran ini juga rendah kalori, sehingga
baik dikonsumsi untuk terapi diet. Kandungan seratnya sangat tinggi, dan
serat dalam asparagus mampu mengikat zat karsinogen penyebab kanker.
Serat asparagus juga membantu lancarnya proses pencernaan tubuh dan
mengatasi gangguan sembelit atau susah buang air besar. Asparagus dijual dalam beberapa kategori tergantung grade atau
kualitas. Kualitas A ukuran diameternya minimal 1 cm, bentuk batang
lurus, berwarna hijau cerah dengan harga Rp 45 ribu/kg, kualitas B
diameter antara 0,5 - 1 cm, bentuknya agak bengkok dijual dengan harga
Rp 30 ribu/kg. Dan, kualitas super seharga Rp 80 ribu/kg, yaitu
asparagus baby atau tunas muda asparagus yang diameter batangnya di
bawah 0,5 cm.
Afu dan rekan-rekannya membudidayakan asparagus secara organik karena
mereka tidak menggunakan pestisida dan pupuk kimia sintetik (buatan)
dalam pemeliharaan tanaman, sehingga lebih aman dikonsumsi.
Perbedaan sayuran organik dengan non-organik dapat dilihat dari warna
dan tekstur. Biasanya sayuran organik warnanya cerah, tidak terlalu
pekat dan teksturnya sering terdapat lubang bekas gigitan hama.
Pemasaran. Besarnya permintaan asparagus sangat dirasakan Afu dan
rekan-rekannya sejak awal usaha. Semula mereka memasarkan langsung ke
pengepul dan restoran-restoran di daerah Puncak Bogor, Jawa Barat, dan
promosi saat itu berjalan dari mulut ke mulut. Menurut Afu, saat ini
Farm Kuta kewalahan memenuhi permintaan pasar, bahkan banyak pengepul
dan konsumen yang langsung menghubungi dan datang ke kebun. Sampai saat
ini, pelanggan Farm Kuta berasal dari Jabodetabek dan Sukabumi. Mereka
pun tidak memberlakukan minimal order, sedangkan pembayaran dilakukan
secara tunai karena biasanya pemesan langsung mendatangi Kuta Farm. Adapun kendala yang muncul terutama menghadapi musim kemarau karena
tanaman bisa mengalami kekeringan, sehingga sebaiknya disiram setiap
hari karena asparagus paling cocok ditanam dengan suhu udara di bawah 18
derajat Celcius. Serangan hama penyakit seperti karat batang, pucuk tunas cepat layu
atau kering juga bisa muncul karena pengaruh curah hujan yang terlalu
tinggi. Untuk mengantisipasi hal tersebut Afu dan rekan-rekannya membuat
atap pelindung plastik yang dibangun di atas lahan, sehingga serangan
hama penyakit bisa dicegah.
(sumber: http://www.jitunews.com/read/3794/gurihnya-laba-budidaya-asparagus-organik)
Selasa, 19 Januari 2016
Selasa, 19 Mei 2015
Peluang bisnis Budidaya Asparagus
Pengertian Tanaman Asparagus
Tanaman asparagus merupakan salah satu tanaman yang memiliki cara
budidaya cukup sederhana. Maka dari itu anda tidak perlu kaget jika
menemukan banyak sekali petani yang membudidayakan tanaman yang satu
ini.Teknik budidaya tanaman asparagus ada 5 tahap, yang mana awalnya
dimulai dari perendaman pada bagian benih. Tanaman asparagus ini juga
banyak ditanam untuk dmanfaatkan daunnya. Tanaman ini juga biasa
dijumpai ditanam di teras-teras rumah. Tanaman ini memiliki tajuk yang
tebal dan sepintas mirip dengan ekor tupai. Sebelum masuk ke cara
tanam asparagus, anda harus melakukan perendaman benih. Perendaman
dilakukan di air yang dingin dengan suhu 27 derajat celcius. Kemudian
jangan lupa untuk mengganti air perendaman tersebut sebanyak 2 sampai
dengan 3 kali. Hal ini penting untuk menjaga suhu serta ketersediaan
oksigen yang ada pada tanaman ini.
Proses Persemaian Tanaman Asparagus
Kemudian, cara menanam tanaman ini bisa dilakukan dengan persemainan,
dimana pemilihan lahan harus dilakukan lebih awal. Pilihlah lahan yang
memiliki drainase baik. Sebaiknya jangan memilih lahan yang telah
menjadi bekas dari penanaman tanaman asparagus sebelumnya. Pilih tanah
yang gembur, subur, dan berpasir. Buatlah pula bedengan dengan lebar 120
cm, tinggi 20cm, kemudian parit yang memiliki lebar dan kedalaman 40
cm. Semailah benih dari tanaman ini dengan jarak 15 x 10 cm. Kedalaman
masing-masing lubang untuk penanaman adalah 2,5 cm saja.Jangan lupa
setiap satu lubang ditanam dengan satu biji. Diatas permukaan tanahnya
harus ditutupi dengan jerami dan sekam yang kemudian disekam secukupnya.
Proses perkecambahan ini bisa berlangsung dalam waktu 2 sampai dengan 6
minggu tergantung dari suhu dan juga kelembaban yang dimiliki oleh
tanah. Untuk tanah yang suhunya dibawah 20 derajat celcius, tanaman ini
akan berkembang dengan sangat lambat.
Perawatan Tanaman Asparagus
Setalah melakukan penanaman diatas, anda
harus tidak lupa untuk melakukan perawatan pada persemaian tersebut,
yang mana meliputi pencegahan tanaman dari hama dan juga penyakit. Ini
harus dilakukan lebih awal agar tanamannya tidak terlanjur rusak
nantinya. Untuk menghasilkan buah yang berkualitas, anda harus melakukan
pemupukan pada saat masih persemaian setiap 20 sampai 30 hari
menggunakan pupuk urea. Untuk bisa memperoleh sayuran dari
tanaman ini dengan kualitas yang baik, anda harus melakukan pemeliharaan
tanaman dengan cara yang bagus. Hal ini meliputi proses pembubunan.
Proses yang satu ini dimulai kira-kira sebulan setelah proses penaman.
Lakukan proses ini sebanyak 2 sampai 4 minggu sekali. usaha perawatan
dengan cara pemangkasan juga perlu anda lakukan setelah induk dari
tanaman ini membentuk batang dengan jumlah 8 sampai dengan 10 buah.
Batang selebihnya dipangkas saja. Kemudian ketika sudah mendekati masa
panen, batang yang dipelihara cukup 3 sampai dengan 5 batang saja.
Sabtu, 14 Februari 2015
Wawacara Dengan Ketua Japati tentang Asparagus
Sebenarnya,
tanaman yang termasuk dalam keluarga Lily (Liliaceae) seperti bawang
merah dan bawang putih ini banyak dibudidayakan oleh para petani di
daerah Pasirjambu, Rancabali, Ciwidey dan Soreang.
Jaringan Petani Asparagus Indonesia (Japati), sejak setahun terakhir ini menanam asparagus. Lahan pertanian asparagus milik kelompok tani tersebut seluas kurang lebih 5 hektare.
Namun, dari luas lahan tersebut, yang telah berproduksi dan menghasilkan seluas kurang lebih 1 hektare.
"Saat ini kemampuan produksi kami baru mencapai 70 kilogram per hari. Padahal permintaan untuk pasar dalam dan luar negeri masih cukup besar. Jadi peluang untuk bertani ataupun berinvestasi tanaman ini masih sangat luas," kata Ketua Japati Dadang Taryana, Minggu (1/6/2014).
Dadang mengatakan, di Indonesia yang juga menanam tanaman ini ada di beberapa tempat, seperti Bali dan Malang. Meski begitu, ternyata hal itu belum dapat memenuhi permintaan pasar. Untuk dalam negeri saja per hari permintaan asparagus mencapai 3,5 ton. Itu belum termasuk permintaan ekspor ke beberapa negara Eropa, Timur Tengah, dan Amerika. Saya menyadari kemampuan produksi kami masih terbatas, mudah-mudahan saja ke depan kami bisa lebih berkembang," katanya. Dadang mengatakan, asparagus dikenal sebagai tanaman unik serta sifat pengobatannya. Maka tak heran tanaman tanpa daun yang dalam sehari bisa tumbuh setinggi 25 centimeter ini sejak ribuan tahun lalu, menjadi makanan kegemaran para raja dan bangsawan di Eropa.
Kandungan vitamin dalam asparagus seperti vitamin K dan folat, berkhasiat untuk diuretik alami, untuk kesehatan pencernaan, mencegah kecatatan bayi, mengurangi keasaman darah, anti inflamasi, kaya serta, anti oksidan, kolesterol, gula darah, meningkatkan produksi ASi dan sejumlah manfaat lainnya untuk kesehatan.
"Sayangnya, selama ini masyarakat di Indonesia belum terlalu familiar dengan asparagus. Selama ini makanan berbahan asparagus hanya bisa ditemui di hotel dan restoran mewah saja. Padahal, tanaman ini kaya manfaat serta memiliki nilai ekonomis cukup tinggi, di pasar modern harganya bisa mencapai Rp200 ribu per kilogram," ujarnya. Melihat prospek usaha pertanian ini cukup besar, kata dia, asosiasi Japati menargetkan pada Agustus mendatang produksi bisa digenjot menjadi 200 kilogram per hari. Tak hanya itu, pada 2015, luas pertanian asparagus di setiap koordinator wilayah (Pasirjambu,Ciwidey, Rancabali dan Soreang) bisa bertambah minimal menjadi 6,5 hektare.
"Kendala yang saat ini masih kami rasakan, yakni keterbatasan permodalan. Karena memang untuk asparagus ini bibitnya masih impor dari Amerika, belum bisa kami kembangkan sendiri. Selain itu, kami juga masih memerlukan pengembangan serta penelitian ilmiah, agar bisa meningkatkan produktivitasnya," katanya. [hus]
Jaringan Petani Asparagus Indonesia (Japati), sejak setahun terakhir ini menanam asparagus. Lahan pertanian asparagus milik kelompok tani tersebut seluas kurang lebih 5 hektare.
Namun, dari luas lahan tersebut, yang telah berproduksi dan menghasilkan seluas kurang lebih 1 hektare.
"Saat ini kemampuan produksi kami baru mencapai 70 kilogram per hari. Padahal permintaan untuk pasar dalam dan luar negeri masih cukup besar. Jadi peluang untuk bertani ataupun berinvestasi tanaman ini masih sangat luas," kata Ketua Japati Dadang Taryana, Minggu (1/6/2014).
Dadang mengatakan, di Indonesia yang juga menanam tanaman ini ada di beberapa tempat, seperti Bali dan Malang. Meski begitu, ternyata hal itu belum dapat memenuhi permintaan pasar. Untuk dalam negeri saja per hari permintaan asparagus mencapai 3,5 ton. Itu belum termasuk permintaan ekspor ke beberapa negara Eropa, Timur Tengah, dan Amerika. Saya menyadari kemampuan produksi kami masih terbatas, mudah-mudahan saja ke depan kami bisa lebih berkembang," katanya. Dadang mengatakan, asparagus dikenal sebagai tanaman unik serta sifat pengobatannya. Maka tak heran tanaman tanpa daun yang dalam sehari bisa tumbuh setinggi 25 centimeter ini sejak ribuan tahun lalu, menjadi makanan kegemaran para raja dan bangsawan di Eropa.
Kandungan vitamin dalam asparagus seperti vitamin K dan folat, berkhasiat untuk diuretik alami, untuk kesehatan pencernaan, mencegah kecatatan bayi, mengurangi keasaman darah, anti inflamasi, kaya serta, anti oksidan, kolesterol, gula darah, meningkatkan produksi ASi dan sejumlah manfaat lainnya untuk kesehatan.
"Sayangnya, selama ini masyarakat di Indonesia belum terlalu familiar dengan asparagus. Selama ini makanan berbahan asparagus hanya bisa ditemui di hotel dan restoran mewah saja. Padahal, tanaman ini kaya manfaat serta memiliki nilai ekonomis cukup tinggi, di pasar modern harganya bisa mencapai Rp200 ribu per kilogram," ujarnya. Melihat prospek usaha pertanian ini cukup besar, kata dia, asosiasi Japati menargetkan pada Agustus mendatang produksi bisa digenjot menjadi 200 kilogram per hari. Tak hanya itu, pada 2015, luas pertanian asparagus di setiap koordinator wilayah (Pasirjambu,Ciwidey, Rancabali dan Soreang) bisa bertambah minimal menjadi 6,5 hektare.
"Kendala yang saat ini masih kami rasakan, yakni keterbatasan permodalan. Karena memang untuk asparagus ini bibitnya masih impor dari Amerika, belum bisa kami kembangkan sendiri. Selain itu, kami juga masih memerlukan pengembangan serta penelitian ilmiah, agar bisa meningkatkan produktivitasnya," katanya. [hus]
Close
Apa itu pupuk ?
Pupuk
dan pemupukan adalah komponen yang sangat penting dalam manajemen
budidaya tanaman. Pemupukan sendiri mencakup beberapa hal penting :
pengaturan jenis pupuk itu sendiri, berapa jumlah atau dosis pupuk yang
harus diberikan, kapan pupuk harus diberikan, bagaimana cara pemberian
pupuk tersebut dan ketepatan tempat pemberian pupuk bagi tanaman.
Pupuk
adalah material yang ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk
mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu
berproduksi dengan baik. Material pupuk dapat berupa bahan organik
ataupun non-organik (mineral). Pupuk berbeda dari suplemen. Pupuk
mengandung bahan baku yang diperlukan pada proses pertumbuhan dan
perkembangan tanaman, sementara suplemen seperti hormon tumbuhan,
bersifat membantu kelancaran proses metabolisme. Meskipun demikian, ke
dalam pupuk, khususnya pupuk buatan dapat ditambahkan sejumlah material
suplemen.
Pemupukan
harus dilihat sebagai fungsi pemberian hara atau nutrisi bagi tanaman.
Hara adalah unsur atau senyawa anorganik maupun organik yang terdapat di
dalam tanah, atau terkandung di dalam tanah dan sangat dibutuhkan untuk
pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Pemberian
hara dalam bentuk pupuk harus ditambahkan dan diberikan ke tanaman
secara teratur. Penambahan pupuk ini harus dilakukan karena tidak
terjadi keseimbangan jumlah hara dalam tanah di mana jumlah hara akan
terus berkurang dari waktu ke waktu. Berkurangnya jumlah hara dalam
tanah atau media tanam dapat terjadi disebabkan karena beberapa faktor :
pertama karena sebagian besar hara akan terikut bersama hasil panen
yang diambil dari tanaman, kedua karena efisiensi penyerapan hara yang
cukup rendah oleh tanaman akibat cara atau aplikasi pemberian pupuk yang
salah, ketiga karena faktor kehilangan hara akibat proses penguapan dan
pencucian hara oleh air pengairan/penyiraman, dan keempat karena
sebagian pupuk terjerap dan terikat (fixation) di dalam partikel tanah sehingga menjadi tidak tersedia bagi tanaman.
Ketersediaan
unsur hara bersifat kritis karena unsur hara mutlak harus tersedia bagi
tanaman dengan unsur yang sangat spesifik dan tidak tergantikan oleh
unsur lainnya serta dalam jumlah yang berbeda tergantung pada jenis
tanamannya. Kekurangan unsur hara akan menghambat pertumbuhan dan
perkembangan tanaman, karena hara bagi tanaman ibarat makanan pada
manusia. Yang membedakannya adalah jika manusia menggunakan bahan
organik sebagai sumber makanan, maka tanaman akan menggunakan
bahan-bahan anorganik untuk menghasilkan energi bagi pertumbuhannya.
Dalam proses fotosintesis di daun-daun tanaman, klorofil akan mengubah
air (H2O) dari dalam tanah dan karbon yang diserap oleh tanaman dari
udara, menjadi bahan organik dengan bantuan sinar matahari sebagai
sumber energi utama. Proses sintesis senyawa organik sebagai sumber
energi bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman tersebut lebih dikenal
sebagai proses metabolisme. Dalam proses metabolisme inilah unsur hara
memegang peranan penting karena ketersediaannya tidak dapat digantikan
oleh unsur yang lain. Jika ketersediaan unsur hara berjumlah sangat
terbatas, akan mengganggu keberlangsungan proses metabolisme, dan pada
kondisi seperti ini, proses metabolisme dalam tubuh tanaman akan
berhenti sama sekali sehingga tanaman tidak dapat menyelesaikan satu
atau beberapa siklus hidupnya dengan sempurna. Ketidaksempurnaan
metabolisme ini diperlihatkan oleh tanaman pada bagian-bagian tanaman
secara spesifik sebagai gejala defisiensi atau kekahatan unsur hara,
misalnya pada daun yang berwarna kekuningan sebagai gejala kekurangan
unsur nitrogen, tepi daun yang mengering dengan garis-garis yang jelas
pada daun sebagai gejala kekurangan kalium, daun tanaman tertentu akan
menampakkan warna keunguan sebagi gejala kekurangan fosfat, dan
sebagainya.
Pupuk sebagai sumber hara dapat diklasifikasikan menjadi :
A. Berdasarkan sumber asal-usul pupuk :
a. Pupuk Organik (manure)
: semua pupuk yang dibuat dengan menggunakan bahan dari sisa-sia
metabolisme, organ hewan maupun tumbuhan. Contoh pupuk ini adalah :
kompos daun, belotong tebu, kotoran hewan (kotoran padat maupun cair),
dsb.
b. Pupuk Kimia (fertilizer) : segala pupuk yang dibuat dari bahan-bahan mineral melalui proses pengolahan/sintesa yang dilakukan manusia.
Jika
kandungan pupuk organik relatif lebih sulit ditentukan dan bergantung
dari sumber bahannya, maka kandungan pupuk kimia relatif lebih mudah
diketahui dengan menghitung jumlah bahan-bahan penyusunnya.
B. Berdasarkan bentuk fisik pupuk :
a. Pupuk
berbentuk padat : semua pupuk yang berbentuk butiran, kristal, remah,
atau onggokan seperti batuan yang biasanya diberikan ke tanah atau media
tanam, misalnya urea, NPK, MgO, MKP, DKP, Borate, dsb
b. Pupuk berbentuk cair : semua pupuk yang berbentuk cair atau konsentrat yang biasanya diberikan dalam bentuk semprotan ke daun (foliar application)
C. Berdasarkan komposisi penyusun pupuk :
a. Pupuk
tunggal : semua pupuk yang mengandung satu unsur hara utama saja (dalam
bentuk persenyawaan), misalnya pupuk urea, pupuk TSP (Triple Super Phosphate), pupuk KCl (Kalium Chloride), pupuk MgO (Magnesium Oxide), pupuk Bo, dsb.
b. Pupuk campur : adalah
campuran pupuk tunggal yang dicampur secara manual, misalnya urea
discampur dengan TSP dan KCl. Pupuk campuran mempunyai tingkat
keseragaman yang beragam karena dicampur secara manual, di sisi lain,
tidak semua pupuk dapat dicampur satu sama lain. Beberapa pupuk campuran
juga hanya dapat dilakukan untuk sekali aplikasi dan tidak dapat
disimpan.
c. Pupuk
majemuk : semua pupuk yang mengandung minimum dua unsur utama yang
saling diperlukan, misalnya pupuk NPK, NPK+CaMg, pupuk MPK, pupuk DKP,
pupuk DAP, dsb.
Senin, 08 Desember 2014
Perusahaan saya menjual pupuk organik padat (Kotoran domba, sapi, ayam, bokashi)
Kotoran sapi, kotoran ayam, kotoran kambing, Kompos, bokashi
| Untuk ukuran 5 kg @ Rp 1000/kg (Tanpa ongkos kirim) |
| Untuk harga per karung ukuran 25 kg @ Rp 25.000/karung dan 40 kg @ 35.000 (tanpa Ongkir) |
Langganan:
Postingan (Atom)







